Bacaan Islami
Assalamu’alaikum Wr. Wb
JAHILIYAH MODERN
Oleh : Drs. H. Nurdin Hasan, M.Ag
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rosul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (Q.S. Al-Azhab:33)
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka hendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin (Q.S. Al-Maidah:50). Al-Qur’an menjelaskan kepada kita bahwa salah satu tantangan yang dihadapi umat Islam kini dan yang akan datang adalah apa yang disebut dengan Jahiliyah Modern. Jahiliyah bermakna Kebodohan, sedangkan Modern mengandung arti terbaru, mutakhir (sikap dan cara berpikir serta bertindak sesuai dengan tuntunan zaman).
Jahiliyah yang kita hadapi sekarang adalah dalam bentuk cara bergaul mulai berboncengan laki-laki dan perempuan, berpegangan tangan, berpelukan sampai kepada berkhalwah (berdua-duan) antara laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrimnya dengan tidak merasa malu, tidak merasa takut dan tidak merasa berdosa dan tidak merasa bahwa pergaulan semacam itu adalah dilarang oleh Allah SWT. Mengapa Allah SWT dan Rosul-Nya melarang, karena mudhorat atau dampak negatifnya sangat besar bagi kelangsungan hidup dua insane. Rasulullah SAW bersabda : “Jauhilah berkhalwah dengan wanita. Demi Allah yang diriku dalam genggaman-Nya, tidak berkhalwah seorang laki-laki dan perempuan kecuali syaitan akan masuk diantara keduanya (HR.Thabrani).
Demikianlah budaya Jahiliyah yang dilakukan orang-orang kafir orang musyrik yang diikuti oleh umat Islam terutama muda mudi ikut terlibat didalam dan ikut melakukan seperti Budaya Valentine’s Day (hari kasih sayang) ini akan merusak Aqidah Umat Islam, merusak akhlak dan moral generasi muda Islam yang ujung-ujungnya adalah melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT yaitu melakukan hubungan sex secara bebas atau melakukan sex pra-nikah padahal jelas Allah SWT melarangnya karena termasuk perbuatan dosa besar, masuk kategori perbuatan fahsyah (keji) dan menjijikan. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Al-Isra’:32 ; Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk”. Dari perbuatan zina ini akan melahirkan perbuatan membunuh, atau dengan istilah modern adalah melakukan tindakan Aborsi criminal, terjadi kehamilan dan pasangan tersebut tidak mau menerima kehadiran sang bayi maka, jalan pintas yang dilakukan adalah Aborsi (pengguguran kandungan) yang merupakan dosa besar jelas bahwa tindakn tersebut akan mencoreng nama baik keluarga menjadi orang keji menjadi buah bibir masyrakat dan menanggung dosa seumur hidup. Allah SWT berfirman : dalam QS. Al-Isra’:33. Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar.
Jika manusia modern membunuh dengan cara yang canggih dengan peralatan modern serta ditangani oleh dokter yang professional baik dokter maupun pelakunya sama-sama memikul dosa besar karena membunuh jiwa dengan sengaja. Pada Jahiliyah zaman sekarang bayi sebelum lahir sudah dihabisi sedangkan jahiliyah zaman dahulu sesudah lahir baru dibunuh dengan alasan malu pada kaumnya jika mempunyai anak perempuan Firman Allah SWT. Dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh) dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah ia dibunuh. (QS. At-Tkwir:7-9)
Marilah kita selamatkan generasi muda kita, anak muda para mahasiswa dan mahasiswi agar menjauhi prilaku-prilaku jahiliyah yang merusak Aqidah umat Islam merusak generasi muda Islam. Mereka adalah pemimpin Umat dan Bangsa pada masa yang akan datang sadarilah bahwa hawa nafsu kalau dikelola dengan baik dan dimenej dengan baik akan berakibat positif untuk kebaikan diri sendiri, tapi bila dibiarkan tidak terkendali akan merusak terutama hawa nafsu sexual. Sadarilah bahwa syaitan tidak akan pernah berhenti menjerumuskan umat manusia dengan segala macam cara. Sadarilah bahwa kenikmatan hidup dunia belum ada artinya dibandingkan dengan kenikmatan yang akan didapat disurga oleh sebab itu jangan mengorbankan yang lebih banyak untuk mencari yang dampaknya lebih sedikit dan jangan meninggalkan yang abadi demi mengejar yang Fana. Sadarilah wahai kaum muslim (generasi muda Islam) bahwa sebagian besar orang-orang kafir orang munafik tidak pernah berdiam diri selama orang-orang beriman tidak mengikuti pandangan dan sikap hidup mereka budaya mereka prilaku mereka karena mereka berusaha untuk merusak umat Islam dengan cara-cara yang sangat canggih lewat media-media porno, gambar-gambar porno, aksi porno, HP porno, internet porno semuanya jelas-jelas merusak mental generasi muda Islam karena mereka tidak mampu menghancurkan umat Islam dengan kekuatan fisik maka, cara yang ditempuh adalah menyebarkan budaya-budaya yang merusak aqidah dan moral umat, yang dikenal dengan Jahiliyah modern justru lebiih dahsyat dari boom nuklir. Firman Allah SWT. Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya. Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan mebawa petunjuk dan agama yang benar agar dia memenangkannya diatas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik membenci. (QS. As-Syaf:8-9). “Hai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At-Tahrim:6)
Marilah saudara-saudara kaum muslimin dimana saja kita berada apapun kedudukan kita profesi kita, jabatan kita kewajiban untuk menyelamatkan aqidah umat Islam dan moral generasi muda Islam dengan jihad dan (perjuangan) dan dakwah baik dengan lisan maupun dengan perbuatan maupun dengan tulisan, tidak ada kata berhenti dari memerangi budaya-budaya Jahiliyah demi menyelamatkan generasi muda dari kerusakan moral. Ingat syaitan dan kemungkaran kalau dibiarkan akan dapat merusak masyarakat dan menghancurkan segala kebaikan yang telah dibangun, lakukan dakwah sesuai kemampuan kita karena dakwah akan mengurangi kejahatan dan kemaksiatan , Firman Allah “dan hendaklah ada di antara kamu segolong umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung”. (QS. Al-Imron:104)
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-Mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An-NAhl:125)
Sumber :
Buletin Islam setiap Jum’at “USWATUN HASANAH”
MEWASPADAI FAKTOR-FAKTOR
PENGHAMBAT TAWAKAL
Oleh : Chamim Thohari S.H.I
Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendakai)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (At-Thalaq:3).
Tawakal merupakan salah satu ajaran Islam yang paling penting untuk dioptimalkan dalam kehidupan umat Islam, lebih-lebih dizaman sekarang yang mana tantangan terhadap nilai ketauhidan semakin membahayakan. Dalam keadaan lapang dan kuat, terkadang manusia seringkali melupakan peran Dzat yang Maha mengausai perjanan hidup manusia. Baru dalam keadaan lemah dan tiada tempat untuk meminta pertolongan, mereka berbondong-bondong mencari Tuhan yang telah meraka lupakan.
Secara bahasa, tawakal berasal dari kata al-wakalah (pemberian kuasa). Artinya orang yang bertawakal adalah orang yang menyerahkan segala persoalan dan kebutuhan hidupnya kepada Allah. Orang akan mencapai tawakal yang sebenarnya manakala hatinya tenang terhadap apapun yang diberikan Allah kepadanya, karena kebijaksanaan Allah adalah yang terbaik untuk hidupnya.
Di dalam Syarah al-Manazil, Ibnu Qayyim Al-Jauzi menjelaskan bahwa tawakal merupakan ketergantungan, penyadaran dan kepercayaan hati seorang hamba terhadap Allah. Artinya tawakal seseorang akan terwujud manakala didalam hatinya sudah tidak ada lagi terbersit kabimbangan yang diakibatkan oleh godaan ikhtiar-ikhtiar dan tidak adanya kepercayaan hati terhadap ikhtier-ikhtiar tersebut. Atau dengan kata lain, manakala hati telah melepaskan semua bentuk keterikatan dan ketergantungan terhadap ikhtiar-ikhtiar yang menyelimuti dirinya dengan kepercayaan penuh terhadap pencipta ikhtiar-ikhtiar tersebut.
Namun untuk mencapai hakikat tawakal sebagaimana yang digambarkan oleh Ibnu Qayyim tersebut tidak akan mudah tanpa kita mewaspadai beberapa hal yang menghambat hati manusia untuk tawakal, diantaranya adalah sebagai berikut :
- 1. Tidak mengetahui kedudukan Allah
Ini merupakan factor penghambat paling besar. Barangsiapa tidak mengenal Tuhan yang memelihara dan menguasai manusia, raja manusia, sembahan manusia, dan nama-nama Allah yang indah (Asmaul Husna), sifat-sifatNya yang amat tinggi, maka ia sangat mustahil diharapkan dapat berlaku tawakal kepada Allah,
Didalam hadist qudsi disebutkan “Wahai para hambaku, jika seandainya semua nenek moyang, keturunan, manusia-manusia dan jin-jin kalian bekumpul dalam suatu bukit untuk meminta kepadaku, niscaya aku akan membari setiap orang permintaannya. Hal itu tidak akan mengurangi sedikitpun kekayaanku.” (H.R. Muslim dan Abu Daud)
Apabila manusia tidak mengetahui Allah Maha dermawan dan Maha Mulia, tanganNya membantang sepanjang siang dan malam. Dia yang memberi rizki kepada hambaNya yang taat maupun yang berbuat maksiat, kepada yang beriman maupun yang kafir (Q.S 17:100), mungkinkah ia akan mampu untuk menyadarkan hatinya hanya kepada Allah???
Apabila manusia tidak mengetahui bahwa Allah lah yang menghancurkan orang-orang yang berbuat sewenang-wenang, bengis dan kejam. Dan dia lah yang maha perkasa menentukan segala sesuatu (Q.S.29:40), mungkinkah ia akan bisa berharap pertolongan hanya kepada Allah??//
Apabila manusia tidak mengetahui hal-hal yang menjadi sifat dan keagungan Allah yang maha tinggi, niscaya mustahil baginya untuk menggantungakan diri kepada Allah. Karena bagaimana mungkin ia akan menggantungkan diri kepada Dzat yang tidak ia ketahui??
- 2. Kagum kepada diri sendiri
Factor ini termasuk salah satu penyebab terbesar kebinasaan manusia. Realitas ini disebutkan dalam sebuah hadist “Ada tiga hal yang membinasakan manusia, yaitu ketamakan yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ketakjuban manusia terhadap dirinya sendiri.”(Al:Jami’us Shaghir:3045).
Orang yang takjub kepada dirinya sendiri itu salah, orang yang tertipu masa mudanya, atau harta kekayaannya, atau kedudukan dan jabatannya, atau keceerdasan otaknya, atau hal-hal lain yang membuat orang lain congkak dan sombong. Hal-hal tersebut dapat mengakibatkan manusia lupa dengan kebutuhannya yang sangat amat terhadap Allah. Karena itu, ia pun tidak mungkin bertawakal dan besandar kepada Nya. Bahkan orang ini akan terhalang dari Allah oleh dirinya sendiri.(QS.13;34-43).
- 3. Menggantungkan diri kepada makhluk
Salah satu penghambat tawakal ialah ketergantungan dan penyandaran diri kepada sesama makhluk dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang disertai dengan kelalaian diri terhadap firman Allah :”Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu seru selain Allah itu adalah makhluk yang lemah serupa juga dengan kamu.” (QS.7:194)
“Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rizki kepadamu. Maka mintalah rizki itu di sisi Allah.” (QS.29:17). Seseorang yang hatinya selalu bergantung kepada kekuatan yang ia anggap mampu menolongnya selain Allah, seseorang yang membiarkan harapannya tertuju kepada atasannya, seseorang yang masa depannya selalu ingin dibantu oleh manusia yang ia yakini bisa membantunya, maka bersiap-siaplah untuk kecewa. Karena harapan yang digantungkan kepada makhluk, hanyalah akan berbuah kekecewaan. Karena pada hakekatnya sekuat dan sehebatnya makhluk, ia hanyalah sekedar menjalankan apa yang ditentukan Allah kepadanya. Makhluk tidak bisa memberi manfaat maupun mudharat, kecuali apa yang dikendaki Allah.
- 4. Cinta kepada dunia
Factor penghalang ketakwakalan berikutnya adalah tenggelamnya sesesorang dalam mencintai dunia dan katerpanaanya terhadap germelapnya kenikmatan dunia. Barang siapa terlena dengan keindahan dunia dan rakus terhadapnya, maka ia akan mudah melupakan Tuhannya. Dunia akan menjadi segalanya dan lebih besar dari kebesaran Allah SWT.
Sesungguhnya seosrang penghamba dunia itu tidak akan mungkin memurnikan ibadahnya kepada Allah. Sebab Allah tidak pernah menjadikan dua hati bagi setiap manusia. Maka bagi siapa yang tidak memurnikan penghambaanya kepada Allah, ia tidak akan pernah mengenal tawakal kepadaNya. Padahal tawakal itu salah satu syarat mutlak penghambaan sseseorang kepada Allah, Tuhan semesta alam.
(“katakanlah :”Dialah Tuhanku tiada Tuhan (yang berhak disembah)selain Dia. Hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya aku bertaubat.” QS.13:30).
Wallahu A’lam bis Shawab.
Sumber :
Buletin Islam setiap Jum’at “USWATUN HASANAH”
No comments yet.

